Blog EntryCinta yang tak terungkapAug 4, '08 8:11 PM
for everyone

Dia seorang pendiam, jarang sekali ungkapan cinta muncul dari bibirnya. Yang ada adalah ungkapan cinta dalam bentuk sikap yang sangat nyata. Setelah menikah  bertahun tahun, akhirnya dia ditakdirkan untuk sendiri, karena isteri yang dia cintai dan setia mendampinginya kini telah pergi dipanggil Rabbnya. Sang isteri yang ditakdirkan menderita sakit kanker selama hampir 5 tahun telah mendahuluinya. Selama itu pula dia tidak pernah berhenti memenuhi segala keperluan isterinya.....mulai dari mencuci baju sang isteri, memandikan, membuat makanan kesukaan wanita kecintaannya, menyetrika, memijitnya setiap malam, begadang setiap malam jika sang isteri tidak bisa tidur karena sakitnya yang kian menjadi dan juga mengikuti kemanapun dia berobat sampai sampai hal yang mungkin hanya 1001 laki laki apalagi seorang suami pernah lakukan untuk isterinya yakni memotong kuku jari jemari tangan dan kaki sang kekasih hati!

Tidak pernah sekalipun keluar keluh kesah dari mulutnya, tidak pula airmata. Yang ada raut muka biasa, tanpa beban namun penuh arti.....yang muncul adalah total pelayanan tanpa syarat, sebuah bukti cinta dalam bentuk tingkah laku.

Sering kali sang isteri merasa lelah dengan derita sakit yang luar biasa. pastilah didadanya muncul perasaan "andaikan aku bisa menggantikan atau sedikit membagi rasa sakitmu denganku, pastilah aku akan lakukan" Sayangnya dia tidak mampu berbuat apa apa...yah....dia hanya bisa berusaha tegar dan kuat, dia pun berusaha keras menenangkan, menguatkan dan menyemangati sang isteri untuk terus berjuang melawan ganasnya sakit kankernya.....hingga suatu hari....ajal itu datang menjemput. Sang malaikat maut membawa ruh sang isteri kembali kepada Rabbnya.

Tak setetes airmata kulihat mengalir di pipinya, tak ada kata sesal, tak ada keluh kesah...semua seperti biasa...kuakui..dia berjiwa baja! dia berucap "jika ini yang terbaik untuk isteriku maka aku merelakannya, paling tidak dia tidak lagi harus menanggung sakit di dunia" Dia ikut mensholatkan jenazah wanita kecintaan-nya, dia ikut menguburkannya, dia juga ikut memanggul jenazahnya.....semua dia lakukan dengan raut muka yang sama...biasa tapi penuh makna...tapi aku yakin hari itu, bulan itu dan tahun itu adalah duka cita baginya.....meski dia tidak berucap dan tidak berbagi tapi pedih itu ada disana...direlung hati paling dalam yang berusaha dia simpan hanya untuk dirinya seorang...cinta untuk seorang dan sedih yang dia simpan untuk seorang, dirinya sendiri....

Kini 4 tahun hampir berlalu, uban putih itu mulai memenuhi kepalanya, wanita kecintaannya pun telah 4 tahun tidak berada disisinya, suaranya sudah tidak lagi dia dengar, sosoknya tidak lagi terlihat tapi masih aku lihat jelas bukti cintanya, segala tradisi sang isteri dihari raya dia lakukan, bacaan Quran untuk sang isteri tiap hari tidak pernah dia tinggalkan, doa untuk sang isteri tidak pernah terlupakan, kata kata bijak sang isteri masih terus dia ingat dan dia sebarkan, bahkan setiap kebiasaan kecil sang isteri masih beruaha dia pertahankan...semua karena cinta itu masih ada di dalam dadanya....isterinya memang sudah tiada tapi dia berusaha menghidupkan keseharian isterinya.....hingga keberadaan isterinya nampak nyata

Demikian juga rasa cinta Baginda Muhammad SAW, saat Sayyidah Khadijah R.A meninggal, tahun itu dikenal sebagai tahun duka cita, kenangan manis bersama sang ibunda Khadijah sangat berkesan bagi Rasullah SAW, setiap saat setiap waktu beliau berkunjung dan bertemu keluarga Khadijah R.A, beliau melanjutkan tradisi dan amal kesukaan Khadijah R.A, beliau selalu terkenang dengan suara Ibunda Khadijah sampai sampai suara saudara kandung perempuan beliau kira suara Khadijah R.A ...kenapa?karena rasa cinta itu masih membara di dada Baginda SAW, sosoknya telah tiada tapi jiwa dan rasa itu selamanya masih ada, cinta yang tersimpan rapi, kasih yang suci tanpa noda sampai sampai membuat Sayyidah Aisyah cemburu terhadapnya.....cemburu akan besarnya cinta Baginda kepada Khadijah R.A, cemburu karena Baginda selalu teringat dan mengingat Khadijah....bagaimana tidak? jika bersama Khadijahlah sulit dan susahnya medan dakwah beliau lalui bersama, bersama Khadijah-lah anak anak sholeh sholehah terlahir dan Khadijah-lah pelipur lara,obor penyemangat dikala cahaya itu meredup, tempat mengadu rasa gundahnya, orang terpercaya untuk menyimpan rahasianya dan penyokong harta untuk perjuangannya.

Cinta memang teruji jika keduanya melalui pahit getirnya dunia bersama sama......

dan laki laki itu mengikuti jejak Baginda Rasulnya yang begitu memuliakan wanita kecintaannya, mengingatnya dan menghidupkannya didalam benak dan jiwanya....

dialah bapak yang selalu aku kagumi kesabarannya, kelemah lembutannya, kepandainnya menyimpan gundah gulananya dan kekuatan cintanya  meski jarang terungkap dari mulutnya...yah.....bapak yang telah mendukung segala perjuanganku untuk akhirnya bisa menjadi seperti sekarang...bapak yang tidak banyak berkata tapi terbukti mampu memimpin keluarganya...bapak yang sangat cinta kepada istri yang telah melahirkan anak anaknya....dan aku bersyukur telah dipilih Allah untuk menjadi anak kandungnya....

I love and miss you pak..


24 CommentsChronological   Reverse   Threaded
rumahkasihsayang wrote on Aug 4
subhanallah :)
catatandona wrote on Aug 5
Subhanallah salut banget sama Bapaknya mbak amee..
benar-benar suami yang shaleh..
leekhaflanella wrote on Aug 5
Salut mbak,.... 1001 deh nemuin suami ato ayah seperti itu.
ummumuhammad wrote on Aug 5
Masya Allaah... sabarnya Bapakmu ya, Fa..
emarahmah wrote on Aug 5
insyaAllah tak lama lagi beliau segera bertemu sang buah hati yang membanggakan...
ameeratuljannah wrote on Aug 5
subhanallah :)
Subhanallahil 'adzim yang telah menciptakan manusia dengan berbagai karakter..
ameeratuljannah wrote on Aug 5
Subhanallah salut banget sama Bapaknya mbak amee..
benar-benar suami yang shaleh..
amin ya Allah.....doakan yah mba biar bapak selalu dirahmati Allah dalam setiap detik waktu beliau..jazakillah khair komen-nya
ameeratuljannah wrote on Aug 5
Salut mbak,.... 1001 deh nemuin suami ato ayah seperti itu.
hik..hik...iya sis.....semoga nantinya suami kita bisa begitu juga..:)
ameeratuljannah wrote on Aug 5
Masya Allaah... sabarnya Bapakmu ya, Fa..
Indeed he is sis! dan kayaknya jiwa beliau yang ini gak nurun ke aku deh ...but i'll keep trying lah to be a better person ke depannya
ameeratuljannah wrote on Aug 5
insyaAllah tak lama lagi beliau segera bertemu sang buah hati yang membanggakan...
amin..inshaAllah mba...waktu chat sama bapak pake web cam, air mata ini menetes mba..beliau sudah nampak sepuh....4 tahun memang mampu mengubah semuanya.....
myphase wrote on Aug 5
Subhanallah mbak.. masing2 yang menyandang predikat "bapak" ternyata mampu memberi pesona n teladan sendiri bagi anak2nya.. setidaknya begitu juga yg diajarkan ayahku mbak..

salamku untuk bapak mbak..
n4il4 wrote on Aug 5
Masya Allah, jadi terharu nih,
tuti2008 wrote on Aug 5
SubhanaAllah Ukhti...saya ikut sedih karena kepergian ibunda, namun amat salut dan terharu banget dengan ayahanda ukhti yang tetap tegar dan sabar disaat2 sulit...InsyaAllah pahala dari Allah SWT senantiasa mengalir untuk beliau..
salisya wrote on Aug 6
Subhanallah ... semoga Alah sll memberikan kesehatan, umur panjang yg berkah untuk Bapak ya mbak ..
elzhufairah wrote on Aug 7
Subhanallah..., salut ukh, cinta ayah ukhti bagai matahari yg bersinar terang dan tak pernah tenggelam dalam gelap malam, insya Allah tak akan sia sia apa yg tlah dilakukannya, Allah pasti akan membalasnya dgn sebaik baik amal. Amin.
ummutasya wrote on Aug 8
subhanallah (1x) untuk sang bapak, subhanallah (3X) untuk alhm sang ibu, karena sang bapak bisa seperti itu sebab sang ibu almarhum telah melakukan 'hal yang luar biasa' shg sang bapak pun memiliki cinta yang sedemikian besarnya...Tengoklah bagaimana Khadijah ra telah melakukan hal yang luar biasa shg sang baginda rasul saw pun memberikan 'hal yang luar biasa' juga untuk beliau
bythis wrote on Aug 16
membaca lagi, kisah tentang bapak
n_n
ameeratuljannah wrote on Aug 19
myphase said
Subhanallah mbak.. masing2 yang menyandang predikat "bapak" ternyata mampu memberi pesona n teladan sendiri bagi anak2nya.. setidaknya begitu juga yg diajarkan ayahku mbak..

salamku untuk bapak mbak..
iya benar sekali mba.....alhamdulillah tak heran jika Allah memerintahkan seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya....salam balik untuk ayahanda mba
ameeratuljannah wrote on Aug 19
n4il4 said
Masya Allah, jadi terharu nih,
hik..hik...saya menuturkannya pun sambil meneteskan air mata sis...ingat jasa bapak dan kesabaran beliau
ameeratuljannah wrote on Aug 19
SubhanaAllah Ukhti...saya ikut sedih karena kepergian ibunda, namun amat salut dan terharu banget dengan ayahanda ukhti yang tetap tegar dan sabar disaat2 sulit...InsyaAllah pahala dari Allah SWT senantiasa mengalir untuk beliau..
Allahu akbar sis.....bisa dibilang mereka adalah 2 pribadi yang berbeda tapi team work yang berhasil....mohon do'a untuk ibunda yah mba
ameeratuljannah wrote on Aug 19
salisya said
Subhanallah ... semoga Alah sll memberikan kesehatan, umur panjang yg berkah untuk Bapak ya mbak ..
amin ya Rabb...jazakillah khair doanya dek ina....apa kabar nih?
ameeratuljannah wrote on Aug 19
Subhanallah..., salut ukh, cinta ayah ukhti bagai matahari yg bersinar terang dan tak pernah tenggelam dalam gelap malam, insya Allah tak akan sia sia apa yg tlah dilakukannya, Allah pasti akan membalasnya dgn sebaik baik amal. Amin.
amin..aww..thats beautiful phrase sis....makasih doanya
ameeratuljannah wrote on Aug 19
subhanallah (1x) untuk sang bapak, subhanallah (3X) untuk alhm sang ibu, karena sang bapak bisa seperti itu sebab sang ibu almarhum telah melakukan 'hal yang luar biasa' shg sang bapak pun memiliki cinta yang sedemikian besarnya...Tengoklah bagaimana Khadijah ra telah melakukan hal yang luar biasa shg sang baginda rasul saw pun memberikan 'hal yang luar biasa' juga untuk beliau
setuju ummu tasya....subhanAllah cinta yang luar biasa
ameeratuljannah wrote on Aug 19
bythis said
membaca lagi, kisah tentang bapak
n_n
hihi...ternyata banyak juag psotinagn ttg bapak akhir akhir ini yah mba
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help